NADIKABAR.COM — Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Andreas Eddy Susetyo meminta pemerintah menyiapkan rencana cadangan atau plan B dalam proses pengalihan utang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Hal ini menyusul potensi molornya penyelesaian proses tersebut dari target 15 September 2026.
"Kami menekankan dalam hal ini BAKN, agar disiapkan plan B atau rencana cadangan kalau nanti penyelesaian daripada proses pengambilalihan utang ini belum bisa selesai padahal jatuh tempo dari utang KCIC ini sudah berjalan, sehingga ini tidak memberatkan keuangan daripada PT Kereta Api Indonesia," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9/2026).
Hal itu disampaikan Andreas setelah BAKN DPR RI melakukan pertemuan untuk membahas penyelesaian utang KCIC dalam Kunjungan Kerja Spesifik BAKN DPR RI ke PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Bandung, Kamis (10/9).