NADIKABAR.COM — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan mengatakan bahwa dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, perhatian terhadap guru madrasah, santri, dan pesantren terus diperkuat, terutama bagi kelompok yang belum mendapatkan afirmasi kebijakan secara optimal.

"Dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Agama memastikan guru madrasah, santri, dan pesantren yang lama belum tersentuh afirmasi kebijakan secara optimal kini mendapat pengakuan dan dukungan yang setara," ujar Syahganda dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Salah satu bentuk dukungan tersebut terlihat dari peningkatan akses guru madrasah terhadap Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Jumlah peserta PPG di lingkungan Kementerian Agama meningkat dari 29.933 orang pada tahun 2024 menjadi 206.411 orang pada tahun 2025. Pada saat yang sama, tunjangan guru non-ASN naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan.

Menurut Syahganda, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pengakuan profesionalitas guru sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.

"Peran guru ini penting dalam membangun kualitas pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak peserta didik," ujar Syahganda.