"Pikiran-pikiran Presiden menurut saya selama ini banyak didistorsi, distorsi oleh kekuatan AI itu," ujarnya.

Menurut Syahganda, pertarungan narasi pada masa depan akan didominasi oleh teknologi akal imitasi. Oleh karena itu, Bakom RI berupaya mengantisipasi agar komunikasi antara pemerintah dan masyarakat tidak terhambat.

"Ke depan itu pertarungan kita itu pertarungan narasi yang dikuasai oleh non-human. Non-human itu namanya Artificial Intelligence," ucap Syahganda.