Selain tur, Pemprov DKI menghadirkan Mini Mal Pelayanan Publik. Warga bisa mengakses layanan paspor dari Direktorat Jenderal Imigrasi, SIM Keliling, Samsat Keliling, hingga perpustakaan keliling.
Ada pula pemeriksaan kesehatan gratis, layanan kependudukan, pelayanan perizinan berusaha, pembukaan rekening Bank Jakarta, kegiatan pilah sampah, serta pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan program tersebut juga memberi kesempatan kepada warga untuk mengenal sisi lain Balai Kota.
"Balai Kota punya banyak cerita tentang Jakarta yang mungkin belum diketahui. Datanglah bersama keluarga, ajak anak-anak, kenali ruang-ruang yang menjadi bagian dari perjalanan kota ini, lalu nikmati karya seni, kegiatan komunitas, dan kuliner," kata Rano.
Warga: Selama Ini Kelihatannya Tertutup
Kesan Balai Kota sebagai kawasan yang sulit dimasuki juga dirasakan sejumlah pengunjung.
Firda mengaku sejak lahir di Jakarta belum pernah mengetahui secara detail isi kompleks Balai Kota. Kesempatan mengikuti Namu Balai Kota membuatnya bisa melihat langsung ruang-ruang yang selama ini hanya dilewati dari luar.
"Saya lahir di Jakarta, selama ini kan sering lewat-lewat depan Balai Kota. Terus ada kesempatan Balai Kota terbuka, pengen tahu seperti apa sih Balai Kota itu," kata Firda.