NADIKABAR.COM — Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (PJPH) Provinsi Jawa Timur mengoptimalkan pelaksanaan pendampingan guna mempermudah pelaku usaha di provinsi setempat mengurus sertifikat halal menjelang penerapan aturan Wajib Halal pada Oktober 2026.
"Kami menyiapkan para pendamping proses produk halal (P3H) di kabupaten dan kota se-Jawa Timur supaya pelaku bisa melakukan sertifikasi dengan baik dan benar, meski prosesnya saat ini serba online," kata Kepala Balai PJPH Provinsi Jawa Timur M Fauzi dikonfirmasi melalui sambungan telepon dari Kota Malang, Senin.
Di Jawa Timur setidaknya terdapat 18 ribu P3H yang diterjunkan membimbing seluruh pelaku usaha dalam memenuhi setiap administrasi dan prosedur untuk memiliki sertifikat halal.
Ia menjelaskan, penerbitan sertifikat halal tidak bisa sembarang dilakukan karena harus sejumlah syarat, diantaranya bahan baku, proses produksi, penyimpanan, pengemasan, pendistribusian, hingga penyajian.
"Itu harus halalan toyyiban, jadi halal, aman dan suci," ucapnya.
Hingga September 2026, khusus di Jawa Timur telah diterbitkan sebanyak 691.128 sertifikat halal bagi 536.589 pelaku usaha.
Sedangkan, untuk produk yang telah tersertifikasi halal se-Jawa Timur sebanyak 1.871.873 produk.
"Kenapa tidak sama? karena satu sertifikat bisa banyak produk, satu pelaku usaha bisa punya dua sertifikat," tuturnya.
Selain itu, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) juga menyediakan fasilitas sertifikat halal gratis bagi pelaku UKM melalui program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) pada 2026 dengan kuota lebih dari 1 juta.
Berdasarkan data pada laman bpjph.halal.go.id, per 28 September 2026 pukul 18.40 WIB, Provinsi Jawa Timur mendapatkan kuota SEHATI sebanyak 175.324 namun yang termanfaatkan 150.794 atau 86 persen.
Pihaknya pun terus menguatkan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan 38 pemerintah daerah untuk melakukan sosialisasi serta edukasi sebagai bagian meningkatkan kesadaran pelaku usaha terkait kepemilikan sertifikat halal untuk produk masing-masing, khususnya lewat program SEHATI.
"(Sisa) kuota kembali lagi ke Jakarta untuk menjadi kuota nasional dan sekarang sudah habis," ucapnya.