Sejak pertama digelar, titel bola emas tersebut tidak menjanjikan hadiah uang. Bola emas itu bagaikan penghargaan individu di level gengsi tertinggi.
Berjalannya waktu, Ballon d'Or jadi patokan bonus seorang pemain pada kontraknya!
Kisah bermula dari Neymar pada musim panas 2013, saat Barcelona merekrutnya dari Santos. Selain biaya transfer, kedua klub menyepakati adanya pembayaran tambahan jika Neymar berhasil menempati posisi tiga besar dalam pemungutan suara Ballon d'Or. Angkanya 2 juta Euro.
Pada November 2015, France Football dan FIFA mengumumkan tiga finalis: Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan Neymar. Dengan demikian, syarat dalam kontrak telah terpenuhi bahkan sebelum upacara penganugerahan berlangsung, terlepas dari siapa pun yang akhirnya membawa pulang trofi tersebut.
Barcelona sempat enggan membayar. Santos mengadu ke FIFA, Barca kemudian melunasinya dua tahun kemudian ditambah denda berupa bunga 5 persen per tahun.