Bamsoet menilai penyelenggaraan kegiatan menjelang Hari Sumpah Pemuda memberikan pesan bahwa semangat persatuan dan gotong royong harus diterjemahkan dalam bentuk yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, lembaga keuangan, pelaku UMKM, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

"Sumpah Pemuda harus kita maknai sebagai energi untuk bekerja bersama. Kalau dahulu para pemuda bersatu untuk membangun identitas kebangsaan, sekarang semangat yang sama harus kita gunakan untuk membangun kekuatan ekonomi nasional. Dari lapangan golf, ruang pamer UMKM dan jejaring alumni, kita bisa membuka pasar, menciptakan kemitraan, memperluas kesempatan kerja dan mendorong UMKM Indonesia menjangkau pasar yang lebih luas," pungkas Bamsoet.