"Kita ingin barang dari Jiangxi masuk ke Indonesia sebagai bagian dari proses produksi, sementara produk Indonesia juga semakin banyak menembus pasar Tiongkok. Karena itu, orientasinya harus bergeser dari China sells to Indonesia menjadi China and Indonesia produce together in Indonesia. Indonesia harus diposisikan sebagai production base, bukan sekadar market," ujar Bamsoet pada keterangan tertulis, Minggu (13/9/2026).

Ketua MPR RI ke-15 ini menjelaskan cakupan hubungan kedua negara kini sudah meluas di luar perdagangan barang. Sektornya telah menjamah area investasi, infrastruktur, teknologi, ekonomi digital, hingga kendaraan listrik. Dalam konteks ini, Indonesia dipastikan sangat membutuhkan pembangunan jalan, pelabuhan, hingga infrastruktur energi.

Jiangxi sendiri dinilai memiliki basis industri sekaligus pengalaman mumpuni di bidang konstruksi. Provinsi ini juga terbukti sangat tangguh dalam bidang manufaktur hingga pengelolaan material peralatan industri.

Bamsoet menilai kedua belah pihak sudah selayaknya memadukan keunggulan complementary economies, complementary resources, complementary markets, dan complementary strengths.