NADIKABAR.COM — Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bambang Soesatyo mengajak pemangku kepentingan menjaga sinergi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Tekanan kepada rupiah belakangan ini perlu direspons secara terukur agar tidak timbul sentimen yang membebani daya beli masyarakat.

"Rupiah harus kita jaga bersama dengan optimisme yang realistis. Kita memiliki fondasi ekonomi, cadangan devisa, serta instrumen kebijakan yang memadai. Yang terpenting sekarang adalah memperkuat koordinasi dan memberi kepastian kepada pasar," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).

Ketua MPR RI ke-15 ini menjelaskan pasar uang belakangan dipengaruhi penguatan dolar AS, perkembangan harga energi global, arus modal internasional, serta kebutuhan valuta asing korporasi menjelang akhir tahun. Rupiah dan IHSG juga masih menghadapi volatilitas.

"Proyeksi pasar, termasuk kemungkinan pelemahan rupiah ke level tertentu, harus dibaca sebagai peringatan dini, bukan kepastian. Justru karena ada sinyal peringatan, pemerintah dan otoritas moneter dapat menyiapkan langkah antisipatif sejak awal," katanya.