"Bank Indonesia tentu memiliki independensi dan instrumen yang cukup untuk menjaga stabilitas rupiah. Kebijakan suku bunga, intervensi yang terukur, penguatan pasar valas domestik, serta koordinasi fiskal-moneter harus ditempatkan dalam satu orkestrasi yang saling menguatkan," ucapnya.
Lebih lanjut, Bamsoet mengajak masyarakat dan dunia usaha tidak bereaksi berlebihan atas pergerakan nilai tukar rupiah. Pemerintah juga perlu berikan informasi yang terbuka dan konsisten, sementara dunia usaha didorong memperkuat penggunaan bahan baku lokal, meningkatkan produktivitas, serta melakukan lindung nilai secara sehat terhadap risiko kurs.
"Pasar membutuhkan kepastian, masyarakat membutuhkan ketenangan, dan dunia usaha membutuhkan arah yang jelas. Dengan kebijakan yang responsif serta kerja sama seluruh elemen bangsa, rupiah dapat tetap stabil dan ekonomi nasional dapat terus tumbuh secara kuat, inklusif, dan berkelanjutan," kata Bamsoet.