NADIKABAR.COM — Survei online Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) menunjukkan 74,1% responden mendukung integrasi tarif tol di Jabodetabek. Dukungan ini berasal dari responden kelompok logistik dan komuter yang rutin menggunakan tol.

Tantangan selanjutnya adalah merancang skema tarif yang membuat perjalanan lebih lancar, biaya terjangkau, dan akses ke kawasan industri dan pelabuhan yang efisien.

Saat ini pemerintah diketahui tengah mematangkan landasan regulasi untuk mempercepat pelaksanaan integrasi jalan tol.

"Harapannya, harmonisasi segera rampung dan peraturan menteri dapat segera ditandatangani agar integrasi jalan tol bisa segera dilaksanakan. Tujuannya adalah memperlancar lalu lintas melalui distribusi kendaraan yang lebih merata dan mengoptimalkan ruas-ruas yang saling terhubung," ujar Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum Sony Sulaksono Wibowo, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/10/2026).

Untuk koridor logistik, integrasi Tol Cibitung-Cilincing, Jakarta-Cikampek, dan Tol Akses Tanjung Priok (ATP) menjadi salah satu langkah penting. Penyelarasan tarif di ketiga ruas tol tersebut diharapkan memperlancar arus barang dari kawasan industri menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

Sony menjelaskan, pembangunan tol telah diarahkan sebagai satu jaringan melalui Rencana Umum Jaringan Jalan Tol Nasional 2020-2040.