NADIKABAR.COM — Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan penguatan ideologi Pancasila harus menjadi salah satu fondasi utama dalam mendukung keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Jumat, Bambang Soesatyo mengatakan di tengah persaingan geopolitik, perkembangan teknologi digital, dan derasnya pengaruh ideologi global, Indonesia membutuhkan ketahanan ideologi yang semakin kokoh.

"Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa. Penguatan Pancasila harus menjadi gerakan nasional yang diwujudkan melalui kebijakan nyata dan keberpihakan kepada rakyat," ujar Bamsoet seusai menghadiri Rapat Pleno V Wantimpres di Kantor Sekretariat Negara Jakarta, Kamis (5/11).

Rapat tersebut dihadiri antara lain Ketua Wantimpres Pratikno, Wakil Ketua Hatta Rajasa, Sekretaris M. Qodari, serta anggota Wantimpres Sinta Nuriyah Wahid, Quraish Shihab, Agum Gumelar, Said Aqil Sirodj, Jusuf Wanandi, Budi Gunawan, Soekarwo, Rocky Gerung, Philip Kuntjoro Widjaja, Budi Santoso Tanuwibowo, Anwar Usman, Margarito Kamis, John Gluba Gebze, Salim Segaf Aljufri, Chairul Tanjung, dan Yahya Cholil Staquf.

Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua DPR RI ke-20 itu menyoroti Indonesia dengan penduduk lebih dari 280 juta jiwa dan sekitar 1.340 kelompok suku memiliki kekuatan besar berupa keberagaman yang dipersatukan Pancasila.