Selain itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, industri kecantikan memiliki efek ekonomi berantai yang cukup besar. Pertumbuhan bisnis salon dan spa dapat membuka lapangan kerja bagi hair stylist, beautician, terapis spa, tenaga administrasi, pemasaran, hingga pekerja pendukung lainnya.
Ia mengatakan peluang kemitraan juga terbuka dengan produsen kosmetik lokal, pemasok produk perawatan rambut dan tubuh, pelaku UMKM, hingga kreator konten.
"Setiap usaha yang tumbuh akan menciptakan kebutuhan tenaga kerja, pemasok, dan berbagai jasa pendukung. Kalau dikelola dengan baik, bisnis kecantikan bisa menjadi contoh bagaimana usaha jasa dan industri kreatif bersinergi menciptakan nilai ekonomi. Apalagi sebagian besar pelaku industri kosmetik kita merupakan industri kecil dan menengah, sehingga ruang bagi wirausaha baru masih sangat terbuka," pungkas Bamsoet.