Manajemen bandara belum mengeluarkan pernyataan baru mengenai pembukaan kembali penerbangan, menyusul pengumuman pada Sabtu (24/10) yang mengalokasikan kedua terminal tersebut untuk layanan domestik dan internasional.

Dalam pengumuman tersebut, pihak manajemen mengimbau para penumpang yang memiliki tiket terkonfirmasi agar menghubungi maskapai masing-masing guna memeriksa status reservasi dan penerbangan sebelum mendatangi bandara.

Operasional penerbangan di bandara tersebut sebelumnya dihentikan menyusul serangan Houthi pada 10 Oktober yang menewaskan 13 korban dan melukai lebih dari 300 orang lainnya.

Seiring dengan kembalinya aktivitas penerbangan, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, kembali melayangkan peringatan kepada maskapai, karyawan, dan penumpang agar tidak menggunakan Bandara Internasional King Khalid.

Bandara tersebut dinilai "tidak aman karena menjadi sasaran militer bagi pasukan kami," ujar Saree dalam sebuah pernyataan.