"Aksi permusuhan ini berpotensi meningkat dengan cepat melampaui wilayah langsung tersebut," kata pihak kedutaan.

Perintah evakuasi atau keberangkatan bagi pegawai AS pertama kali diumumkan secara publik pada Rabu (21/10).

Pihak kedutaan menyebutkan bahwa Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Minggu (25/10) kembali dibuka sebagian untuk melayani penerbangan domestik serta sejumlah penerbangan internasional yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan Saudi.

Meskipun demikian, kedutaan memperingatkan warga negara AS akan potensi serangan lanjutan, penutupan wilayah udara, serta pembatalan penerbangan, sekaligus mendesak agar mereka meningkatkan kewaspadaan yang ekstrem saat menggunakan bandara-bandara di Saudi.

Saat ini, personel pemerintah AS diwajibkan untuk mengantongi izin khusus apabila ingin menggunakan bandara mana pun di Arab Saudi.