NADIKABAR.COM — Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah, mengatakan pelaksanaan pendidikan gratis mulai jenjang SD hingga perguruan tinggi kemungkinan baru bisa terealisasi pada 2028. Dia mengatakan ini pemerintah dan DPR masih memetakan kebutuhan anggaran untuk program tersebut.
Said mengatakan kebutuhan anggaran sementara untuk pendidikan gratis SD, SMP, dan SMA mencapai sekitar Rp 210 triliun. Sementara kebutuhan untuk perguruan tinggi diperkirakan Rp 92 triliun.
"Yang pertama di Badan Anggaran untuk SD, SMP itu baru kami anggarkan Rp 5 triliun. Tapi komitmen kami nanti baru di 2028. Sebagaimana disampaikan oleh Bapak Presiden, SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi. Nah sekarang baru kita mapping berapa kebutuhan untuk SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi," kata Said di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Said mengatakan program pendidikan gratis tersebut akan dilakukan secara bertahap. Dia menilai penerapan bertahap diperlukan agar persiapan dan tata kelola anggaran bisa dilakukan dengan matang.
"Hitungan sementara dibutuhkan sekitar hampir kalau SD, SMP, SMA secara keseluruhan itu sekitar Rp 210 triliun kemudian perguruan tinggi Rp92 triliun. Itu artinya hampir Rp 302 triliun. Nah kita coba pilot project Rp 5 triliun dulu sekarang ini kemampuannya. Tapi insya Allah di 2028 akan menjadi kenyataan," jelasnya.