Dia pun menyampaikan jika program tersebut diprediksi baru bisa dilaksanakan pada 2028. Dia mencontohkan pada 2028 cakupan program bisa dimulai sekitar 60%-75%.
"(Baru bisa terealisasi) 2028, Insyaallah. Walaupun kita ingin sebenarnya sekolah gratis ini SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi itu bertahap, yang paling ideal," kata Said.
"Karena khawatir kalau tidak dipersiapkan secara matang nanti akan menimbulkan persoalan di tata kelola. Katakanlah di 2028 60% 75% dulu baru di tahun berikutnya 2029 bisa 100%. Saya ingin mencoba realistis," sambungnya.
Said menambahkan perubahan dalam penyusunan APBN juga perlu memperhitungkan kebijakan pemerintah terkait tenaga pendidik.