NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyerahkan pengelolaan Pelabuhan Tanjungular, Mentok, ke PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) agar lebih optimal dalam mendukung perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Bangka Barat Markus di Mentok, Kamis, mengatakan telah melakukan pertemuan dengan Pelindo terkait rencana pengelolaan Pelabuhan Tanjungular, dan pihaknya mendorong agar infrastruktur di pelabuhan dikelola lebih optimal agar mampu mendukung ekspor komoditas unggulan daerah.
"Pelindo memiliki pengalaman dalam bisnis ini, kami yakin mereka mampu mengoptimalkan pengelolaan pelabuhan," katanya.
Dengan modal pengalaman bisnis pengelolaan pelabuhan yang profesional, mapan dan berpengalaman, diyakini Pelindo mampu mengelola dan mengembangkan Pelabuhan Tanjungular.
Menurut dia, optimalisasi Tanjungular semakin penting setelah PT Timah Tbk menyampaikan rencana memanfaatkan pelabuhan tersebut untuk ekspor timah batangan ke pasar internasional, termasuk Eropa dan Amerika.
Selain untuk ekspor timah, Pemkab Bangka Barat ingin agar pelabuhan itu dapat digunakan untuk pengiriman komoditas lain, termasuk minyak kelapa sawit mentah.
Pada pertemuan antara Bupati Bangka Barat dengan PT Pelindo yang dilaksanakan di Mentok akhir bulan lalu, Direktur Eksekutif Pelindo Regional II Budi Prasetio mengatakan pihak telah melakukan survei kondisi Pelabuhan Tanjungular dengan sasaran perhatian mulai dari kondisi teknis dermaga hingga kelayakan operasional dan bisnis.
Menurut Budi, terdapat bagian dermaga yang memiliki kedalaman delapan hingga sembilan meter, sedangkan untuk dermaga yang panjangnya 80 meter memiliki kedalaman sekitar tujuh meter.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena jika hanya mampu digunakan untuk sandar kapal ukuran kecil dinilai kurang efisien untuk pengiriman ekspor jarak jauh, terutama ke pasar Amerika yang membutuhkan kapal kapasitas besar.
Selain evaluasi kondisi fisik pelabuhan, legalitas dan perizinan, katanya, aspek teknis dan operasional, potensi bisnis, serta dampak terhadap lingkungan sekitar akan menjadi bahan pertimbangan menentukan langkah berikutnya.
Dari hasil kajian menyeluruh akan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan perbaikan Pelabuhan Tanjungular, misalnya dasar pertimbangan rekonstruksi dermaga, penyesuaian pola operasional dan peningkatan fasilitas pendukung lainnya.