Dia menyerukan kepada PBB dan masyarakat internasional untuk terus memberikan bantuan penyelamatan jiwa bagi para pengungsi hingga proses repatriasi terlaksana, serta memperingatkan bahwa kegagalan dalam menjamin keadilan bagi mereka dapat memicu krisis kemanusiaan.
Dia juga menegaskan kembali dukungan Bangladesh terhadap hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan memiliki negara yang merdeka, sembari menyerukan agar konflik di seluruh dunia diselesaikan melalui dialog dan diplomasi.
Rahman mengatakan bahwa Bangladesh sedang melakukan pembangunan kembali setelah lebih dari 15 tahun berada di bawah "pemerintahan fasis," menyusul kebangkitan massa pada 2024 dan pemilihan umum nasional pada 12 Februari.
Dia memberikan penghormatan kepada mereka yang tewas dan terluka dalam pergolakan Juli-Agustus 2024, yang dia gambarkan sebagai gerakan melawan "fasisme", serta kepada mereka yang telah mengorbankan nyawa dalam perjuangan sebelumnya demi demokrasi, keadilan, dan hak asasi manusia.
Rahman menyatakan bahwa pemerintahannya sedang menjalankan strategi "3-R", yaitu Pemulihan (Recovery), Restorasi (Restoration), dan Rekonstruksi (Reconstruction), seiring dengan langkah Bangladesh kembali ke jalur demokrasi.