NADIKABAR.COM — langkah strategis pemerintah daerah dalam membina sektor perekonomian akar rumput kini semakin mendapat perhatian di tingkat nasional. Komitmen tersebut terlihat dari berbagai program pembinaan koperasi dan usaha kecil yang digerakkan oleh para kepala daerah. Salah satu tokoh yang dinilai konsisten mengawal program tersebut adalah Bupati Bandung, Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si.
Sebagai kepala daerah, Dadang Supriatna memiliki rekam jejak panjang dalam memperkuat ekosistem koperasi di wilayah Kabupaten Bandung. Pemerintah Kabupaten Bandung secara proaktif memfasilitasi pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Upaya ini dilakukan tidak hanya sebatas seremonial, tetapi juga melalui konsolidasi yang sistematis di berbagai daerah pemilihan. Pemerintah daerah turut menyediakan fasilitas berupa pembuatan akta badan hukum gratis, program pendidikan, pelatihan keterampilan, pendampingan, hingga pengawasan terhadap operasional koperasi.
Selain itu, kebijakan yang diambil Dadang Supriatna juga menitikberatkan pada kolaborasi yang saling menguntungkan tim redaksi koperasi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Sinergi ini dirancang untuk memastikan bahwa koperasi tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi motor penggerak utama perekonomian yang terintegrasi di tingkat desa.
Langkah inovatif lainnya adalah sinergi program pembiayaan dengan Kementerian Koperasi Republik Indonesia. Pada awal tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong penyaluran pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk sektor-sektor strategis.