NADIKABAR.COM — Fakta soal temuan 'klaster mewah' di lapas Kelas IIA Cibinong terus bergulir usai video sidak Ombudsman terungkap. Terbaru berdasarkan penyelidikan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Mashudi, 13 dari 16 unit rumah dinas di sana tidak terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN).
Mashudi kemudian menjelaskan jika ketiga belas bangunan tersebut statusnya masih misterius. Pihaknya kemudian akan pendalaman sederet bangunan yang berada di bantaran Sungai Ciliwung tersebut.
"Terhadap 13 bangunan rumah dinas yang berada di bantaran Sungai Ciliwung dan belum tercatat dalam SIMAK BMN saat ini masih dilakukan pendalaman terhadap aspek administrasi, status aset, dan pemanfaatan," kata Mashudi
Sementara itu terkait keberadaan 13 bangunan misterius tersebut, ternyata sudah berdiri sejam 2023. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Urusan Umum Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong Deni Sugiarto. Ia juga mengatakan bahwa saat dibangun, status dan izinnya belum jelas.
Berdasarkan video sidak Ombudsman yang beredar, terlihat sejumlah fasilitas di dalam ruangan mulai dari AC, TV, termasuk keberadaan botol-botol miras kosong di dalam tempat sampah. Satu per satu kepemilikan barang-barang tersebut mulai terkuak usai Komisi XIII DPR RI menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dirjen PAS Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Mashudi, serta pejabat Lapas Cibinong pada Senin (28/9).
Dalam RDP tersebut, diketahui jika miras itu merupakan milik pribadi Kasi Kamtib Lapas Kelas II Cibinong. Lalu apakah pengakuan ini serta-merta meluruhkan dugaan tentang fasilitas khusus bagi penghuni lapas tertentu? Simak ulasannya dalam Kabar Sore!
Kabar Sore hari ini juga akan menghadirkan Menko Pangan RI, Zulkifli Hasan. Dirinya akan memaparkan bagaimana sebenarnya diversifikasi pangan Indonesia yang melimpah dapat menjadi solusi dan penguat ketahanan pangan nasional.
Dirinya mengambil contoh soal bahan pangan yang belum lama viral, kimpul. Menurutnya, konten kreator yang mengenalkan kimpul sebagai bahan makanan yang dapat diolah dengan enak serta fancy, akan mengajak masyarakat untuk memperluas pilihan barang konsumsi mereka tanpa mengurangi nilai gizinya.
Lalu seperti apa strategi Zulkifli Hasan untuk memajukan pangan nasional? Simak paparan lengkapnya dalam #ZulhasBikinJelas.
Jelang petang nanti, Kabar Sore akan menghadirkan Abdul Aziz, sosok di balik Beriuh Podcast. Bukan sekedar siniar biasa, Beriuh Podcast merupakan wadah bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat bahasa isyarat serta budaya tuli (deaf culture). Terdiri dari beberapa orang yang menggawangi, mereka aktif mengemas kampanye kesadaran disabilitas dengan cara-cara yang mudah dan menarik. Mereka bahkan menciptakan kuis mengeja isyarat untuk menambah daya tarik siapapun yang ingin belajar.
Bagaimana sepak terjang Aziz serta teman-temannya selama membangun siniar Beriuh? Temui Abdul Aziz dalam Kabar Sore!
Simak berita terbaru dan menarik NadiKabar lainnya dalam Kabar Sore. Kabar Sore, Nggak Cuma Hore-hore!