"Guna mengantisipasi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, angin kencang atau puting beliung dan tanah longsor, BNPB mengimbau kesiapsiagaan warga dengan langkah dini," kata Berton.
Pada ancaman bahaya banjir, masyarakat diimbau untuk bergotong royong membersihkan saluran air dan melakukan susur sungai di bawah pengawasan BPBD. Warga juga diminta mengidentifikasi jalur evakuasi yang aman, memeriksa infrastruktur bendungan, serta menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan darurat minimal untuk tiga hari.
Untuk menghadapi ancaman angin puting beliung dan angin kencang, warga diminta memperkuat struktur atap rumah serta memangkas ranting-ranting pohon yang rimbun di sekitar pemukiman maupun ruang publik. Saat terjadi angin kencang, warga diminta untuk tidak berlindung di dekat objek yang rawan roboh seperti papan reklame, baliho, atau pohon besar.
Sementara itu, bagi warga yang bermukim di kawasan rawan longsor atau perbukitan, evakuasi mandiri harus segera dilakukan jika terjadi hujan lebat berdurasi lama di wilayah hulu. Warga diimbau mengenali tanda-tanda awal longsor seperti munculnya retakan pada tanah atau lantai rumah, serta terus memantau informasi cuaca resmi.