Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa penanganan pascabanjir di kawasan ini akan dilakukan secara menyeluruh dan terpadu. Ia tidak ingin upaya pemulihan infrastruktur maupun normalisasi aliran sungai hanya dikerjakan setengah-setengah.
"Saya minta penanganan banjir bandang tidak dilakukan sepotong-sepotong, kita segera normalisasi muara dan alur sungainya, selesaikan peninggian tanggulnya dan siapkan pekerjaan sabo dam di hulu sungai," tegas Dody dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/10/2026).
Kepala BWS Sumatera I Asyari menambahkan bahwa penanganan permanen kawasan tersebut ditargetkan mulai berjalan pada Oktober 2026. Proyek penanggulangan banjir ini diproyeksikan akan tuntas secara keseluruhan pada akhir tahun 2028 mendatang. Penanganan terpadu ini mencakup pembangunan sabo dam di bagian hulu, peninggian tanggul pengamanan, serta pengerukan kawasan muara sungai.