NADIKABAR.COM — Otoritas pertahanan sipil Gaza memberlakukan status darurat tertinggi pada Sabtu (7/11) menyusul hujan badai mengakibatkan banjir menggenangi sekira 70.000 tenda pengungsi Palestina dan membuat petugas penyelamat kewalahan.

Dalam pernyataannya, otoritas menyebut ketinggian air di beberapa kawasan pengungsian telah mencapai 1,5 meter dan ruang operasi mereka telah menerima 2.166 panggilan darurat sejak badai mulai melanda, tapi tim penyelamat hanya bisa menanggapi 218 panggilan karena keterbatasan sumber daya untuk memenuhi banyaknya permintaan.

Otoritas itu menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menekan Israel agar mengizinkan masuknya peralatan dan kendaraan khusus untuk operasi penyelamatan, serta tenda, terpal plastik, dan unit hunian bergerak guna menyediakan tempat penampungan darurat bagi keluarga-keluarga yang mengungsi.