Petugas pemerintah kota menerima 250 laporan mengenai jalan-jalan yang terendam banjir, erosi, dan saluran drainase yang tersumbat. Mereka menangani sebagian besar laporan tersebut dengan memanfaatkan sumber daya yang terbatas, katanya.
Muhanna memperingatkan bahwa 270 kamp dan lokasi penampungan di Kota Gaza terancam banjir. Kerusakan akibat perang telah mengurangi kapasitas sistem drainase hingga hanya 20 persen, sehingga kawasan permukiman dataran rendah sangat rentan.
Ia mendesak agar seluruh pintu perlintasan dibuka sepenuhnya sehingga pasokan kebutuhan musim dingin, bantuan kemanusiaan, dan peralatan berat dapat masuk ke Jalur Gaza.
Direktur Hubungan Masyarakat Badan Pertahanan Sipil Gaza Abdullah al-Majdalawi mengatakan kepada Anadolu bahwa timnya menerima ratusan panggilan darurat sejak badai mulai melanda.
Sebagian besar laporan berkaitan dengan tenda dan kamp pengungsian yang terendam banjir, serta bangunan dan dinding yang terancam runtuh menimpa tempat berlindung keluarga-keluarga pengungsi.
Ia mengatakan tim penyelamat dapat menangani ancaman langsung terhadap keselamatan jiwa, tetapi tidak memiliki sumber daya untuk menyediakan tempat berlindung bagi mereka yang terdampak.
"Kami mendatangi warga dan mendapati seluruh kamp terendam banjir, termasuk tenda, penghuninya, perabotan, dan tempat tidur mereka," kata al-Majdalawi. "Kami tidak berdaya menghadapi kenyataan tragis dan sulit di Gaza ini."