NADIKABAR.COM — BUMD Bank Aceh Syariah (BAS) berkomitmen untuk terus memperkuat UMKM Aceh agar naik kelas lewat program kerja sama dengan Proyek Promise Impact (Promoting SME Enterprises Through Improved Entrepreneurs' Access to Financial Services).
"Penguatan UMKM membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara perbankan, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan," kata Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas dalam keterangannya, di Banda Aceh, Kamis.
Pernyataan itu disampaikan Fadhil Ilyas usai menerima apresiasi dari International Labour Organization (ILO) atas kemitraan dan kontribusinya dalam proyek promise II Impact periode 2023–2026 serta peluncuran promise impact fase III untuk mendukung pengembangan UMKM, di Jakarta.
Apresiasi ini, menjadi pengakuan atas kontribusi Bank Aceh Syariah dalam mendukung penguatan inklusi keuangan, pengembangan kapasitas usaha, serta pertumbuhan UMKM yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Fadhil mengatakan, bagi masyarakat Aceh, khususnya pelaku UMKM, program Promise Impact menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan untuk mengembangkan usaha melalui peningkatan literasi keuangan, perbaikan pengelolaan bisnis, digitalisasi, dan akses terhadap layanan keuangan formal.
Melalui kolaborasi ILO yang didukung oleh Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO), Bank Aceh turut mendukung pengembangan ekosistem usaha nilam di Aceh.
"Komoditas ini memiliki potensi untuk memberikan nilai tambah ekonomi, membuka peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terlibat dalam rantai usahanya," ujarnya.
Dukungan tersebut, kata Fadhil, diwujudkan melalui pelatihan keuangan dan literasi keuangan bagi pelaku UMKM di Bank Aceh, yakni mencakup pengelolaan keuangan, pencatatan dan pelaporan sederhana, pemasaran, pengembangan strategi produk, serta penguatan jejaring bisnis.
"Tak hanya itu, pendampingan juga dilakukan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas dan mengembangkan bisnis secara lebih terarah," katanya.
Fadhil menegaskan, bagi Bank Aceh, mendukung UMKM bukan hanya tentang membuka akses pembiayaan, melainkan juga membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas, memperkuat pengelolaan bisnis, dan mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Melalui penguatan kapasitas tersebut, lanjut dia, UMKM diharapkan semakin mampu mengelola usaha secara profesional, meningkatkan efisiensi, memperluas akses pasar, dan mengembangkan peluang kerja bagi masyarakat.
"Kami berharap upaya ini dapat membuka lebih banyak peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan UMKM tidak hanya sebatas penyediaan layanan keuangan, tetapi juga upaya membangun kemandirian dan daya saing pelaku usaha.
Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi penting agar potensi ekonomi lokal dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Aceh.
Dan, apresiasi dari ILO ini semakin memperkuat komitmen Bank Aceh untuk terus hadir sebagai mitra masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Ke depan, Bank Aceh berharap sinergi dalam pengembangan UMKM terus berlanjut, sehingga semakin banyak pelaku usaha yang tumbuh, naik kelas, dan mampu berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat Aceh," demikian Fadhil Ilyas.