Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Franziska Ohnsorge mengatakan Indonesia relatif lebih sedikit terpapar terhadap lonjakan aktivitas global yang berkaitan dengan AI dibandingkan negara-negara lain di kawasan.

“Khusus untuk Indonesia ini menarik. Indonesia relatif lebih sedikit terpapar dibandingkan negara-negara lain terhadap lonjakan aktivitas global yang berkaitan dengan AI ini,” kata Ohnsorge.

Menurut dia, kekuatan utama Indonesia justru berasal dari permintaan domestik yang menopang pertumbuhan ekonomi.

"Yang benar-benar kuat di (ekonomi) Indonesia adalah permintaan domestik. Hal itulah yang menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dan inilah yang sedikit membedakannya dari negara-negara lain di kawasan (Asia)," jelas dia.

Di sisi lain, Wakil Presiden Regional IFC untuk Asia dan Pasifik Sarvesh Suri mengatakan negara-negara berkembang dapat memperoleh manfaat besar dalam jangka pendek dengan mengadopsi teknologi AI yang telah tersedia, atau yang disebut sebagai Small AI.

Teknologi tersebut bisa dimanfaatkan guna meningkatkan produktivitas perusahaan, termasuk UMKM tanpa harus mengembangkan teknologi AI paling mutakhir.