Laporan Bank Dunia juga menekankan pentingnya dukungan terhadap infrastruktur digital dan energi, pembiayaan, serta pengembangan keterampilan agar adopsi AI dapat diperluas.

β€œDengan menggerakkan modal swasta untuk infrastruktur digital dan energi, meningkatkan pendanaan untuk usaha, serta berinvestasi dalam keterampilan tenaga kerja, negara-negara dapat mempercepat adopsi AI di seluruh sektor ekonomi sekaligus membantu usaha kecil menjadi lebih kompetitif, dinamis, dan tangguh,” ujar Suri.

Dengan demikian, Bank Dunia merekomendasikan negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik untuk memperkuat iklim usaha, infrastruktur energi dan digital, pembiayaan, serta keterampilan guna memfasilitasi adopsi AI.

Selain itu, teknologi AI perlu disesuaikan dengan kebutuhan lokal, termasuk melalui pengembangan perangkat yang terjangkau dan menggunakan bahasa lokal untuk sektor-sektor yang banyak menyerap tenaga kerja seperti pariwisata dan agribisnis.

Pemerintah juga bisa berperan sebagai pengguna sekaligus regulator AI untuk meningkatkan layanan publik, membangun fondasi digital, memperkuat regulasi, serta mendorong kerja sama regional.

Adapun secara keseluruhan, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Asia Timur dan Pasifik sebesar 4,5 persen pada 2026, dengan sejumlah negara mencatat pertumbuhan lebih tinggi berkat manfaat dari aktivitas ekonomi terkait AI.