NADIKABAR.COM — Institusi keuangan top dunia memberikan wanti-wanti soal gangguan yang disebabkan oleh perkembangan kecerdasan buatan alias artificial inteligence (AI). Pengembangan kecerdasan buatan dinilai dapat berdampak pada lapangan kerja bagi masyarakat.
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) Kristalina Georgieva memperingatkan kecerdasan buatan dapat menghantam pasar tenaga kerja global. Saking kerasnya, Georgieva menyebut hantaman itu bagai tsunami yang bergerak lambat.
Para lulusan muda menurutnya menjadi yang pertama terkena dampaknya. Mencari pekerjaan pertama untuk karier yang panjang mungkin akan lebih sulit daripada biasanya.
"Yang perlu dikhawatirkan, pertama dan terutama, adalah kaum muda yang mulai memasuki pasar tenaga kerja. Biasanya, mereka akan masuk ke pekerjaan rutin dan berulang dan kemudian naik pangkat. Tetapi jika mereka pergi, saya rasa tidak ada anak muda yang ingin menjadi barista di kedai kopi sebagai masa depan profesional mereka," papar Georgieva dilansir dari CNBC, Selasa (13/10/2026).
IMF memperkirakan sekitar 40% pekerjaan di seluruh dunia pada akhirnya akan ditambah, diturunkan, atau dihilangkan. Paparan risiko sekitar 60% di negara-negara maju, dan 23% di negara-negara berpenghasilan rendah.