βYang benar-benar kuat di (ekonomi) Indonesia adalah permintaan domestik. Hal itulah yang menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dan inilah yang sedikit membedakannya dari negara-negara lain di kawasan (Asia),β kata Franziska dalam media briefing yang digelar virtual di Jakarta, Senin.
Berdasarkan laporan terbarunya, proyeksi pertumbuhan Indonesia yang sebesar 5,2 persen juga berada di atas rata-rata kawasan Asia Timur dan Pasifik yang diperkirakan tumbuh 4,5 persen.
Proyeksi pertumbuhan kawasan itu naik dari perkiraan Bank Dunia pada April 2026 sebesar 4,2 persen.
Kenaikan proyeksi Indonesia sejalan dengan kinerja ekonomi yang cukup kuat pada paruh pertama 2026. Bank Dunia mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,4 persen pada semester I 2026, meningkat dari pertumbuhan 5,1 persen pada 2025.
Pertumbuhan tersebut merupakan rata-rata pertumbuhan dua kuartal terkuat sejak 2022 dan terutama mencerminkan penguatan konsumsi swasta serta lonjakan belanja pemerintah di sekitar pergantian tahun.
Bank Dunia menyebut pertumbuhan konsumsi dan belanja pemerintah pada awal 2026 antara lain dipengaruhi oleh Ramadan dan Idul Fitri yang berlangsung lebih awal, pencairan tunjangan hari raya (THR) bagi ASN yang dilakukan lebih cepat, serta percepatan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Meski demikian, aktivitas ekonomi domestik selanjutnya menunjukkan pelemahan.