Selain melalui digitalisasi pembayaran, Bank Jatim turut menjalankan fungsi intermediasi dengan menyalurkan pembiayaan terutama ke sektor ekonomi produktif, menghimpun dana masyarakat, serta menyediakan berbagai layanan transaksi keuangan.

Hingga September 2026, secara konsolidasi Bank Jatim mencatatkan total aset Rp163,37 triliun atau tumbuh 30,59 persen, dengan penyaluran kredit Rp110,82 triliun atau meningkat 38,09 persen.

Dana masyarakat yang dikelola mencapai Rp125,02 triliun atau tumbuh 25,87 persen, sedangkan laba bersih konsolidasi hingga triwulan III 2026 tercatat Rp1,86 triliun atau meningkat 61,89 persen.

Winardi berharap penguatan layanan digital melalui kolaborasi antar-BPD dapat memperluas akses transaksi keuangan, meningkatkan efisiensi pelayanan publik, serta mendorong percepatan digitalisasi ekonomi di berbagai daerah.