NADIKABAR.COM — Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) memperluas pemanfaatan layanan transaksi digital antarbank daerah melalui Jconnect PartnerPay yang kini digunakan Bank Banten untuk mempermudah pembayaran masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem keuangan digital di daerah.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan pemanfaatan platform tersebut merupakan salah satu bentuk kolaborasi antarbank pembangunan daerah (BPD) dalam menciptakan layanan keuangan yang lebih efisien tanpa harus membangun seluruh infrastruktur digital secara mandiri.
"Kolaborasi antar-BPD menjadi salah satu enabler bagi pertumbuhan ekonomi negara, dari regional untuk kekuatan nasional," katanya di Surabaya, Jawa Timur, Jumat.
Melalui Jconnect PartnerPay, nasabah Bank Banten dapat melakukan transaksi pembayaran secara real time, cepat dan aman dengan memanfaatkan layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta Virtual Account.
Platform dengan konsep "Satu Platform, Untuk Semua Pembayaran" tersebut telah dimanfaatkan sejumlah instansi dan nasabah korporasi Bank Banten, antara lain RSUD Banten, RSUD Balaraja dan RSUD Labuan.
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, layanan tersebut mencatatkan sekitar 21.095 transaksi yang menunjukkan pemanfaatan infrastruktur digital perbankan daerah untuk mendukung kebutuhan pembayaran di sektor pelayanan publik.
Winardi menjelaskan kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi Bank Jatim dalam memperkuat sinergi melalui Kelompok Usaha Bank (KUB) sekaligus membuka peluang bisnis baru dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh anggota kelompok.
Menurut dia, kerja sama antar-BPD tidak hanya memperkuat posisi masing-masing bank tetapi juga memungkinkan pemanfaatan kapabilitas dan teknologi secara bersama untuk memperluas jangkauan layanan keuangan kepada masyarakat.
Selain melalui digitalisasi pembayaran, Bank Jatim turut menjalankan fungsi intermediasi dengan menyalurkan pembiayaan terutama ke sektor ekonomi produktif, menghimpun dana masyarakat, serta menyediakan berbagai layanan transaksi keuangan.
Hingga September 2026, secara konsolidasi Bank Jatim mencatatkan total aset Rp163,37 triliun atau tumbuh 30,59 persen, dengan penyaluran kredit Rp110,82 triliun atau meningkat 38,09 persen.
Dana masyarakat yang dikelola mencapai Rp125,02 triliun atau tumbuh 25,87 persen, sedangkan laba bersih konsolidasi hingga triwulan III 2026 tercatat Rp1,86 triliun atau meningkat 61,89 persen.
Winardi berharap penguatan layanan digital melalui kolaborasi antar-BPD dapat memperluas akses transaksi keuangan, meningkatkan efisiensi pelayanan publik, serta mendorong percepatan digitalisasi ekonomi di berbagai daerah.