Sementara itu, total kredit yang disalurkan tercatat sebesar Rp6,73 triliun. BNC mengedepankan pendekatan penyaluran kredit yang lebih selektif dengan berfokus pada kualitas debitur, profil risiko, serta potensi imbal hasil yang berkelanjutan.

Adrian menambahkan, bahwa BNC akan terus menjaga keseimbangan antara pencapaian profitabilitas, efisiensi operasional, dan kualitas pertumbuhan bisnis.

β€œStrategi pertumbuhan yang kami jalankan saat ini bukan semata-mata mengejar peningkatan skala bisnis, melainkan memastikan bahwa setiap aktivitas usaha memberikan kontribusi yang sehat bagi perseroan,” ujarnya.

Dari sisi efisiensi, BNC terus menunjukkan perbaikan dalam pengelolaan biaya operasional. Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) membaik menjadi 81,77 persen pada September 2026, dibandingkan 82,81 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, Cost to Income Ratio (CIR) juga membaik menjadi 31,45 persen dari sebelumnya 31,59 persen.