Di sisi kualitas aset, rasio Non Performing Loan (NPL) Gross berhasil membaik menjadi 2,78 persen dibandingkan 2,92 persen pada September 2025. Adapun NPL Nett tercatat sebesar 0,27 persen.
Sementara, Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 53,40 persen pada September 2026, meningkat dibandingkan 46,73 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejalan dengan itu, modal inti perseroan meningkat menjadi Rp4,35 triliun atau tumbuh 10,41 persen secara tahunan.
Dari sisi profitabilitas, BNC mencatatkan rasio Net Interest Margin (NIM) sebesar 14,30 persen pada September 2026.
βCapaian ini mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga margin pendapatan bunga melalui pengelolaan aset produktif dan struktur pendanaan secara terukur,β kata Adrian.