NADIKABAR.COM β€” PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp430,98 miliar per September 2026, atau hingga kuartal III (Q3) tahun 2026.

β€œKami terus mempertahankan profitabilitas, meningkatkan efisiensi, menjaga kualitas aset, serta memastikan bahwa setiap langkah pengembangan bisnis dilakukan secara terukur dan dengan prinsip kehati-hatian,” kata Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk Adrian Soewardjo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Dari sisi pendapatan, BNC mencatatkan pendapatan bunga bersih sebesar Rp1,69 triliun hingga September 2026.

Selain pendapatan bunga, pendapatan berbasis komisi juga mengalami peningkatan. Hingga September 2026, BNC membukukan pendapatan berbasis komisi sebesar Rp90,55 miliar, meningkat 5,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp85,69 miliar.

Dari sisi neraca, BNC mencatatkan total aset sebesar Rp17,19 triliun per September 2026, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp11,86 triliun.

Sementara itu, total kredit yang disalurkan tercatat sebesar Rp6,73 triliun. BNC mengedepankan pendekatan penyaluran kredit yang lebih selektif dengan berfokus pada kualitas debitur, profil risiko, serta potensi imbal hasil yang berkelanjutan.

Adrian menambahkan, bahwa BNC akan terus menjaga keseimbangan antara pencapaian profitabilitas, efisiensi operasional, dan kualitas pertumbuhan bisnis.

β€œStrategi pertumbuhan yang kami jalankan saat ini bukan semata-mata mengejar peningkatan skala bisnis, melainkan memastikan bahwa setiap aktivitas usaha memberikan kontribusi yang sehat bagi perseroan,” ujarnya.

Dari sisi efisiensi, BNC terus menunjukkan perbaikan dalam pengelolaan biaya operasional. Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) membaik menjadi 81,77 persen pada September 2026, dibandingkan 82,81 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, Cost to Income Ratio (CIR) juga membaik menjadi 31,45 persen dari sebelumnya 31,59 persen.

Di sisi kualitas aset, rasio Non Performing Loan (NPL) Gross berhasil membaik menjadi 2,78 persen dibandingkan 2,92 persen pada September 2025. Adapun NPL Nett tercatat sebesar 0,27 persen.

Sementara, Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 53,40 persen pada September 2026, meningkat dibandingkan 46,73 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan itu, modal inti perseroan meningkat menjadi Rp4,35 triliun atau tumbuh 10,41 persen secara tahunan.

Dari sisi profitabilitas, BNC mencatatkan rasio Net Interest Margin (NIM) sebesar 14,30 persen pada September 2026.

β€œCapaian ini mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga margin pendapatan bunga melalui pengelolaan aset produktif dan struktur pendanaan secara terukur,” kata Adrian.