"Kalau dia minta penangguhan pokok saja maka skema yang disiapkan hingga satu bulan. Sementara penangguhan pokok dan bunga selama tiga bulan," ujar Charlie.
"Kalau dia minta penangguhan pokok dan bunga tidak bayar ya kita tidak bisa lama-lama juga ya, kita siapkan skemanya tiga bulan," tambahnya.
Charlie menyebut Bank NTT masih akan mengevaluasi efektivitas skema tersebut. Namun, jika dampak gempa tergolong parah, bank siap menyiapkan skema yang lebih baik.
"Apakah ini efektif sudah bisa menolong mereka atau tidak? Kan ini kita juga belum tahu dampaknya seperti apa. Kalau yang parah kan berarti perlu skema yang lebih bagus," ungkapnya.
Menurut dia, dalam kondisi bencana, kebijakan pelonggaran pembayaran pinjaman bisa dihadirkan baik oleh regulator maupun bank. Saat ini Bank NTT proaktif memantau dan mendata usaha nasabah yang terdampak. Beberapa wilayah seperti Borong disebut menjadi daerah paling parah terdampak gempa.