NADIKABAR.COM — PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) membukukan laba sebelum pajak Rp36,16 miliar sampai dengan akhir September atau triwulan III 2026 atau naik 104,18 persen dari periode sebelumnya (year on year/yoy) sebesar Rp17,71 miliar.

Direktur Finance & Business Planning Bank Sahabat Sampoerna Henky Suryaputra dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi landasan yang kuat bagi perseroan untuk tumbuh berkelanjutan dan melanjutkan komitmen mendukung pertumbuhan UMKM.

Dari sisi intermediasi, pinjaman yang disalurkan Bank Sahabat Sampoerna mencapai Rp9,98 triliun hingga akhir September 2026.

Dari total pinjaman tersebut, sekitar 57 persen di antaranya atau sebesar Rp5,69 triliun merupakan pembiayaan yang disalurkan untuk pelaku UMKM, baik secara langsung dan tidak langsung.

Dari sisi kualitas kredit, rasio NPL gross tercatat sebesar 2,87 persen pada triwulan III 2026 atau membaik dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 4,12 persen.

NPL ini, catat perseroan, masih berada di bawah ketentuan regulator sebesar 5 persen dan NPL gross industri UMKM yang mencapai 4,53 persen.

Dengan terus mendorong literasi keuangan di berbagai daerah, menurut Henky, kepercayaan masyarakat terhadap Bank Sahabat Sampoerna juga terus meningkat.