NADIKABAR.COM — Bank Sentral Yaman memerintahkan sejumlah bank dan perusahaan penukaran mata uang untuk membekukan rekening dan aset milik 135 individu, entitas, dan kapal terkait Houthi yang masuk ke dalam daftar teroris.
Menurut laporan kantor berita SABA, Selasa (20/10), bank sentral Yaman yang berkantor pusat di Aden itu mengeluarkan arahan berdasarkan perintah jaksa agung Yaman tertanggal 19 Oktober, guna membekukan aset milik pihak-pihak yang terkait dengan kelompok Houthi dalam dalam daftar tersebut.
Bank sentral Yaman juga melarang transaksi keuangan dan komersial dengan pihak-pihak yang tercantum dalam daftar, termasuk membuka rekening bank baru atau melakukan transaksi atas nama mereka.
Lembaga keuangan diperintahkan untuk mengidentifikasi dan melaporkan rekening, aset, serta transfer dana milik pihak-pihak yang tercantum dalam daftar tersebut kepada otoritas intelijen keuangan dan pemberantasan pencucian uang di negara tersebut.
Menurut SABA, daftar tersebut mencakup pejabat politik, militer, dan keamanan Houthi; pengusaha; sebuah perusahaan; serta lima kapal tanker minyak yang diidentifikasi oleh otoritas Yaman sebagai kapal penyelundup.
Bank sentral Yaman tidak mengungkapkan nama-nama pihak yang tercantum dalam daftar.
Sebelumnya, pada 11 Oktober, Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menyetujui rancangan undang-undang (RUU) yang menetapkan Houthi sebagai "organisasi teroris" serta mengkriminalisasi kegiatan dan pendanaan kelompok tersebut.
Pemerintah juga menyerukan agar prosedur hukum dan konstitusional yang diperlukan untuk mengesahkan undang-undang tersebut segera diselesaikan.
Keputusan tersebut diambil di tengah meningkatnya ketegangan antara kelompok Houthi dan pasukan yang bersekutu dengan Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, yang didukung oleh koalisi pimpinan Arab Saudi.
Yaman telah dilanda konflik sejak 2014, ketika kelompok Houthi merebut Ibu Kota Sanaa dan sebagian besar wilayah utara.
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan