NADIKABAR.COM — Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Sri Susyanti Nur mendorong kebijakan Bank Tanah diintegrasikan dengan reforma agraria, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan untuk mewujudkan pengelolaan tanah yang berkeadilan.

Sri Susyanti dalam pidato penerimaan sebagai anggota Dewan Profesor Unhas di Makassar, Senin, mengatakan keberadaan Bank Tanah penting untuk menjamin ketersediaan tanah bagi pembangunan, tetapi pengelolaannya harus tetap berlandaskan prinsip keadilan agraria.

Menurut dia, keadilan atas tanah tidak cukup diwujudkan melalui penyusunan peraturan yang semakin rinci, tetapi juga membutuhkan keteguhan moral dalam pelaksanaannya serta tata kelola pertanahan yang transparan dan akuntabel.

Berdasarkan hasil penelitiannya, Sri menawarkan sejumlah langkah strategis dalam pengelolaan Bank Tanah, antara lain penguatan regulasi berbasis prinsip keadilan agraria, pengembangan sistem informasi pertanahan berbasis teknologi digital, serta pengawasan publik yang efektif.