Selain itu, ia mendorong integrasi kebijakan Bank Tanah dengan agenda reforma agraria, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan.
"Tanah bukan sekadar persoalan administrasi pertanahan. Cara suatu bangsa mengelola tanah, mendistribusikannya, dan menjaganya bagi generasi mendatang menjadi bagian dari gambaran keadilan sekaligus menentukan arah peradaban yang ingin diwariskan," kata Sri.
Kajian mengenai Bank Tanah telah lama menjadi salah satu fokus akademik Sri Susyanti. Ia antara lain menulis buku Bank Tanah: Alternatif Penyelesaian Masalah Penyediaan Tanah untuk Pembangunan Kota Berkelanjutan yang diterbitkan pada 2010.
Dalam acara yang sama, Guru Besar Bidang Hukum Internasional Unhas Prof Birkah Latif menyoroti keterkaitan pembangunan ekonomi dengan perlindungan lingkungan.