Soal kampung dolanan Sidowayah Bersemi, Arifatul mengatakan permainan tradisional penting di tengah upaya membatasi penggunaan gadget pada anak.

"Karena kita tidak bisa batasi anak-anak kita main gadget tanpa solusi. Solusinya, alternatifnya ya permainan tradisional," kata Arifatul.

"Permainan tradisional ini memiliki nilai filosofis yang sangat tinggi, tidak ada permainan tradisional yang sendiri, minimal dua orang. Ini sebagai pembentukan karakter anak Indonesia yang harus antre, sabar, tidak boleh curang, sportif, saling menghargai dan lainnya yang tanpa dasar mengandung nilai-nilai Pancasila," pungkasnya.

Launching Kampung Dolanan Anak Bersemi ditandai dengan pemotongan pita berkolaborasi dengan UNS, pihak swasta, Pemdes, kabupaten dan provinsi. Acara ini dihadiri Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, rektor UNS, Hartono, ketua TP PKK Jateng, Nawal Nur Arafah Yasin, dan sejumlah pejabat lainnya.