NADIKABAR.COM — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyiapkan bantuan khusus untuk korban gempa di NTT. Bantuan itu akan dikirim dengan pesawat Hercules pada 24 Agustus 2026.

"Insyaallah besok kami tanggal 24 Agustus akan berangkat kirimkan ke NTT dengan satu pesawat Hercules, berkolaborasi dengan mitra pembangunan untuk bersama menghantarkan langsung kebutuhan spesifik. Khususnya kebutuhan perempuan dan anak yang belum sepenuhnya bisa dipenuhi," kata Menteri PPPA RI, Arifatul Choiri Fauzi di Desa Sidowayah, Polanharjo, Klaten, Sabtu (22/8/2028).

"Penanganan begitu cepat karena bapak presiden memerintahkan. Peristiwanya pagi, malam itu juga sudah memerintahkan beberapa bantuan," sambungnya.

Arifatul mengatakan, ada beberapa lokasi bencana yang sulit diakses melalui jalur darat. Alhasil, bantuan diturunkan melalui udara dari pesawat.

"Jadi beberapa bantuan diturunkan melalui udara seperti di Aceh, Sumatra Barat, dan di Sumatera Utara. Insyaallah tanggal 24 Agustus kita akan berangkat ke NTT," ujar dia.

Arifatul menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait di daerah untuk melakukan trauma healing kepada anak-anak korban gempa.

"Karena anak-anak di tenda sudah mulai trauma. Bukan hanya dari dinas dan kementerian PPPA saja, tapi juga dari Kemensos, BKKBN dan semua bareng-bareng," ucap Arifatul.

Ditanya soal data korban anak dan perempuan, Arifatul mengaku belum mendapatkan laporan menyeluruh.

"Masing-masing daerah beda. Besok sebelumnya mau kita pakai Hercules yang kecil, tapi karena responsnya luar biasa, kita pakai Hercules yang besar," ujar dia.

Untuk diketahui, Arifatul ke Klaten untuk menghadiri peluncuran Kampung Dolanan Sidowayah Bersemi di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Sabtu (22/8/2028) siang.

Soal kampung dolanan Sidowayah Bersemi, Arifatul mengatakan permainan tradisional penting di tengah upaya membatasi penggunaan gadget pada anak.

"Karena kita tidak bisa batasi anak-anak kita main gadget tanpa solusi. Solusinya, alternatifnya ya permainan tradisional," kata Arifatul.

"Permainan tradisional ini memiliki nilai filosofis yang sangat tinggi, tidak ada permainan tradisional yang sendiri, minimal dua orang. Ini sebagai pembentukan karakter anak Indonesia yang harus antre, sabar, tidak boleh curang, sportif, saling menghargai dan lainnya yang tanpa dasar mengandung nilai-nilai Pancasila," pungkasnya.

Launching Kampung Dolanan Anak Bersemi ditandai dengan pemotongan pita berkolaborasi dengan UNS, pihak swasta, Pemdes, kabupaten dan provinsi. Acara ini dihadiri Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, rektor UNS, Hartono, ketua TP PKK Jateng, Nawal Nur Arafah Yasin, dan sejumlah pejabat lainnya.