NADIKABAR.COM β€” Badan Pangan Nasional menyatakan penyaluran bantuan pangan beras Juli-September 2026 mencapai 967,5 ribu ton dan program tersebut dilanjutkan hingga Desember.

β€œUntuk realisasi program bantuan pangan beras periode Juli, Agustus, dan September telah selesai salur sebanyak 967,5 ribu ton atau 97 persen. Selanjutnya pemerintah akan melanjutkan bantuan pangan beras kembali untuk periode Oktober, November, dan Desember,” kata Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas Rachmi Widiriani di Jakarta, Selasa.

Program bantuan pangan beras tahap kedua tahun 2026 telah diselesaikan Perum Bulog berdasarkan penugasan Bapanas. Penyaluran untuk periode Juli-September secara nasional mencapai 967,5 ribu ton hingga 30 September 2026.

Rachmi mengatakan salah satu capaian penyaluran periode tersebut ialah terealisasinya 100 persen penyaluran di sejumlah provinsi di Indonesia bagian timur, antara lain Papua, Papua Barat Daya, dan Papua Tengah.

β€œIni menandakan kolaborasi yang baik antara Bulog bersama pemerintah daerah dengan TNI dan Polri,” ujarnya.

Menurut Rachmi, penyaluran bantuan pangan beras Juli-September yang dimulai pada pertengahan Agustus turut membantu menekan fluktuasi harga beras.

Dengan sasaran 33,24 juta penerima, bantuan tersebut membantu memenuhi kebutuhan beras masyarakat berpenghasilan rendah sehingga secara tidak langsung dapat mengurangi permintaan di pasar.

Pada 2026, bantuan pangan beras sebelumnya dialokasikan untuk periode Februari-Maret dan Juli-September. Dengan tambahan alokasi Oktober-Desember, program tersebut akan berlangsung selama delapan bulan dalam setahun.

Setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan.

Secara keseluruhan, total bantuan pangan beras pada 2026 diproyeksikan mencapai 2,6 juta ton. Jumlah tersebut terdiri atas 662,8 ribu ton untuk Februari-Maret, 967,5 ribu ton untuk Juli-September, dan sekitar 997 ribu ton untuk Oktober-Desember.

Pada 2024, total alokasi bantuan pangan beras mencapai 10 bulan penyaluran dengan sasaran 22 juta penerima setiap bulan. Penyaluran tersebut berlangsung pada Januari-Maret, April-Juni, serta Agustus-Desember dengan total beras 1,9 juta ton.

Hingga selesainya penyaluran tahap pertama dan kedua pada 2026, pemerintah melalui Perum Bulog telah menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 1,63 juta ton.

Jumlah tersebut terdiri atas 662,8 ribu ton pada tahap pertama periode Februari-Maret dan 967,5 ribu ton pada tahap kedua periode Juli-September.

Pemerintah selanjutnya menyiapkan penyaluran bantuan pangan beras hingga akhir 2026. Berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto, total alokasi program tahun ini diproyeksikan mencapai 2,6 juta ton.

Bapanas menyebut alokasi tersebut menjadi yang terbesar dalam setahun sejak program bantuan pangan beras diluncurkan pada 2023.

Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bantuan pangan beras merupakan bentuk perhatian Presiden Prabowo Subianto kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat untuk membantu memenuhi kebutuhan beras masyarakat.