NADIKABAR.COM — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaporkan bantuan revitalisasi tatap pertama bagi sekolah rusak yang terdampak bencana gempa NTT mulai disalurkan ke 187 satuan pendidikan. Total bantuan sebanyak Rp 50 miliar.
Ke-187 satuan pendidikan tersebut meliputi:
Hal tersebut disampaikan Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK & PLK) Kemendikdasmen, Dr Saryadi, ST, MBA pada Taklimat Media Perkembangan Penanganan Bencana NTT di Bidang Pendidikan secara daring, Senin (14/9/2026).
Sementara itu, Saryadi mengatakan, bantuan revitalisasi tahap pertama bagi SD, SMP, dan SMA yang rusak imbas gempa NTT sedang menunggu perhitungan kebutuhan.
"Untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, verifikasi dan validasi telah dilakukan dan saat ini sedang berproses untuk menunggu perhitungan kebutuhan," kata Saryadi.
Ia menambahkan, Kemendikdasmen akan mendampingi proses transisi darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi permanen satuan pendidikan. Termasuk di antaranya yaitu peninjauan ulang terhadap sekolah penerima program revitalisasi tahun 2026 yang berada di wilayah terdampak.
"Agar pekerjaan yang berjalan sesuai dengan kondisi terkini yang ada di lapangan," ucapnya.
Terpisah, Kemendikdasmen pada Rabu (9/9) menyatakan sebanyak 1.487 satuan pendidikan di NTT menjadi sasaran Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026. Total alokasi sebesar Rp1,2 triliun.
Dalam program tersebut, sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan diidentifikasi, dipetakan berdasarkan tingkat kebutuhan, dan diprioritaskan agar mendapatkan penanganan.