Selama ini, penanggung jawab utama berada pada Kepala SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia) yang dibantu ahli gizi, accounting, chef atau kepala dapur, aslap hingga relawan.
"Nah, dari mitra itu ada nama PIC. Kami mengimbau kepada mitra semuanya, PIC-nya juga benar-benar dilibatkan. Sehingga apabila ada seperti ini, SOP yang tidak dijalankan, ini segera memberi masukan. Bekerja sama dengan SPPI-nya," jelasnya.
Makhrus menegaskan, secara umum pelaksanaan MBG oleh mitra telah mengikuti SOP dan petunjuk teknis yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurutnya, kelengkapan standar tersebut menjadi kewajiban karena dapur mitra dapat dikenai sanksi hingga penghentian sementara atau suspend apabila tidak memenuhi ketentuan.