"Secara SOP sudah jalan. Apa yang diminta dari BGN, kami sebagai mitra selalu menyesuaikan. Karena kalau tidak lengkap kan kita bisa di-suspend. Jadi semuanya sebenarnya sudah terpenuhi. Ya namanya human error atau kesalahan manusia ini kan pasti ada salahnya," katanya.

Karena itu, pihaknya meminta seluruh unsur yang terlibat mulai dari SPPI, accounting, ahli gizi, aslap, chef, PIC mitra hingga relawan menjalankan tanggung jawabnya secara maksimal.

Menurutnya, keselamatan penerima manfaat, khususnya anak-anak, harus menjadi prioritas utama.

"Kami berharap semua mulai SPPI, accounting, ahli gizi, aslap, chef, dan semua relawan bertanggung jawab penuh. Karena yang paling utama adalah kesehatan dan keselamatan anak-anak. Ini adalah prioritas paling utama," pungkas Makhrus.