NADIKABAR.COM — Operator kompetisi, I.League, menyayangkan kericuhan hingga suporter tewas masih mewarnai kompetisi sepakbola Indonesia. Perihal sportivitas diingatkan.

Beberapa laga Super League dan Championship 2026/27 diwarnai kericuhan suporter. Ada pelanggaran suporter Persija Jakarta saat menjamu Persib Bandung, kericuhan di laga PSGC Ciamis melawan PSIS Semarang, hingga kericuhan suporter Persita Tangerang dengan kelompok pendukung Persija.

Yang terbaru ada insiden mengenaskan, suporter Persib kehilangan nyawa di jalan setelah laga tandang kontra Garudayaksa. Deklarasi damai suporter di awal musim Super League belum sepenuhnya dipatuhi.

"Tentu kami menyayangkan ada banyak, kalau kita lihat dalam satu bulan terakhir terutama, PSSI juga terus mendorong kami sebetulnya dari I.League komunikasi untuk bisa punya langkah seperti apa kaitan dengan mengurangi," kata Direktur Kompetisi II.League Asep Saputra di GBK Arena, Jakarta, Selasa (27/10).

"Nah, tentu saja juga sebelum memulai kompetisi, kami juga sudah ada komunikasi, tentu saja koordinasi dengan pihak kepolisian, baik itu secara perizinan ataupun juga dalam hal bagaimana security management dalam pertandingan," ujarnya menambahkan.

"Ada dua hal yang juga sudah kami tegaskan. Kan tentu ada scope di area pertandingan, dan juga ada hal yang sifatnya misalnya di publik area, ya, di luar stadion," katanya lagi.

Komite Disiplin (Komdis) PSSI sudah menjatuhkan berbagai sanksi buat para pelaku pelanggaran. Suporter Persija, Persita, PSGC, hingga PSIS hingga para klub sudah dijatuhi sanksi.

Sanksi paling berat dijatuhi ke suporter Persija dan PSIS. Suporter Persija dilarang menghadiri laga tandang sampai pertengahan musim, sementara suporter PSIS mendapat sanksi serupa sebanyak enam laga.

"Tentu kami harapkan semua pihak, tentu saja kami pertama, dari kami sendiri sebagai penyelenggara, klub, dan juga para penyelenggara pertandingan, tentu juga kami ingin memperkuat komunikasi, barisan, dan juga memastikan apa yang sudah kami siapkan," tutur Asep.

"Karena kami juga sebetulnya sudah punya rancangan bagaimana dalam hal security arrangement untuk bisa memastikan semuanya berjalan dengan baik. Karena sekali lagi, untuk mencapai suatu ekosistem yang baik tentu diharapkan juga suatu stabilitas atau keamanan, ketenangan, kenyamanan, tidak hanya di stadion tapi juga di luar," ucapnya.