Di samping itu, pembangunan infrastruktur pengairan, meliputi irigasi perpompaan dan irigasi tersier, masih berlangsung dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat sekitar Rp40 miliar.

Menurut dia, keberadaan pompa air dan pembangunan jaringan irigasi tersebut diharapkan membantu petani menghadapi ketidakpastian curah hujan sekaligus menjaga keberlangsungan kegiatan tanam.

“Kami optimistis kesiapan sarana produksi dan infrastruktur pengairan dapat mendukung kelancaran musim tanam pertama serta menjaga produksi pangan di Kabupaten Banyumas,” kata Arif.