NADIKABAR.COM β€” Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mempercepat persiapan musim tanam pertama tahun 2026/2027 dengan menyiapkan sarana produksi pertanian dan dukungan pengairan untuk mendukung penanaman padi di lahan sekitar 15.000 hektare pada Oktober-November.

Kepala Dinpertan Kabupaten Banyumas Arif Sukmo Buwono di Purwokerto, Banyumas, Senin, mengatakan, persiapan dilakukan melalui penyesuaian alokasi pupuk bersubsidi, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pendistribusian benih kepada petani.

β€œPenanaman tahap awal berpotensi berlangsung di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Kemranjen serta kawasan yang didukung jaringan irigasi memadai, seperti Daerah Irigasi (DI) Tajum dan Banjaran,” katanya.

Ia mengatakan, berdasarkan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026, Banyumas memperoleh pupuk urea sebanyak 18,35 juta kilogram.

Sementara itu, alokasi pupuk NPK yang semula 15 juta kilogram diusulkan bertambah 780 ribu kilogram sehingga menjadi 15,78 juta kilogram, sedangkan alokasi pupuk organik tercatat sebanyak 350 ribu kilogram.

Ia mengatakan, ketersediaan pupuk dan alat mesin pertanian relatif aman untuk mendukung kegiatan tanam yang diperkirakan berlangsung pada Oktober-November.

β€œSelain memastikan kesiapan sarana produksi, kami juga memperkuat dukungan pengairan untuk mengantisipasi kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil akibat pengaruh El Nino dan potensi curah hujan di bawah normal,” katanya.

Ia mengatakan, sekitar 250 unit pompa air telah berada di lapangan untuk membantu petani memperoleh pasokan air bagi lahan pertanian.

Di samping itu, pembangunan infrastruktur pengairan, meliputi irigasi perpompaan dan irigasi tersier, masih berlangsung dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat sekitar Rp40 miliar.

Menurut dia, keberadaan pompa air dan pembangunan jaringan irigasi tersebut diharapkan membantu petani menghadapi ketidakpastian curah hujan sekaligus menjaga keberlangsungan kegiatan tanam.

β€œKami optimistis kesiapan sarana produksi dan infrastruktur pengairan dapat mendukung kelancaran musim tanam pertama serta menjaga produksi pangan di Kabupaten Banyumas,” kata Arif.