Menanggapi apresiasi tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan bahwa pengakuan dari Kementerian Kesehatan menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

"Kita sangat bersyukur apa yang dilakukan di Banyuwangi diapresiasi oleh Wamenkes. Ini akan menjadi pemacu kita untuk terus mengembangkan layanan yang baik," ujarnya.

Ipuk menjelaskan, pengembangan layanan kesehatan di Banyuwangi dilakukan melalui upaya pencegahan penyakit dan pelayanan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya dalam lima tahun terakhir, petugas kesehatan telah melakukan puluhan ribu kunjungan ke rumah warga, termasuk di wilayah pelosok.

"Setidaknya dalam lima tahun terakhir ada 50 ribu kunjungan rutin petugas ke rumah hingga ke pelosok-pelosok, terutama bagi warga kurang mampu dan lansia," ujar Ipuk.

Ia menegaskan, upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Banyuwangi dalam memperluas akses pelayanan kesehatan, baik melalui pemeriksaan di puskesmas maupun kunjungan langsung ke rumah warga.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah daerah berupaya memastikan masyarakat, terutama kelompok rentan, dapat memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhannya.